Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menggunakan Rumus IF di Excel IF Tunggal Majemuk Ganda IF And IF Or IF Not IFERROR

Penggunaan rumus IF di Excel merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh setiap pengguna Excel, terutama bagi mereka yang bekerja dengan data besar dan kompleks. Rumus IF merupakan salah satu rumus dasar Excel yang digunakan untuk memberikan kondisi atau pernyataan pada data yang diolah. Dalam artikel ini, akan dibahas secara detail mengenai rumus IF, jenis-jenis rumus IF, cara penggunaan rumus IF, serta contoh penerapan rumus IF di Excel.

Outline Artikel

Apa itu Rumus IF di Excel?

Rumus IF di Excel merupakan salah satu fungsi logika yang digunakan untuk memberikan kondisi atau pernyataan pada data yang diolah. Rumus ini biasanya digunakan untuk memeriksa kondisi dari suatu nilai atau rentang nilai tertentu dalam suatu sel atau rentang sel. Rumus IF pada dasarnya berisi tiga parameter, yaitu kondisi, nilai jika kondisi benar, dan nilai jika kondisi salah.

Rumus IF di Excel digunakan untuk melakukan pemrosesan data berdasarkan kondisi tertentu. Format rumus IF terdiri dari tiga argumen, yaitu

logical_test, value_if_true, dan, value_if_false

logical_test, adalah kondisi yang akan diperiksa

value_if_true adalah nilai yang akan ditampilkan jika kondisi logical_test benar.

value_if_false, adalah nilai yang akan ditampilkan jika kondisi logical_test salah.

Secara umum, format rumus IF di Excel adalah

=IF(logical_test, value_if_true, value_if_false)

Argumen logical_test dapat berupa operator perbandingan, seperti > (lebih besar dari), < (lebih kecil dari), = (sama dengan), dan lain-lain. Argumen value_if_true dan value_if_false dapat berupa nilai angka, teks, nilai dari sel, atau formula lainnya.

Misalnya, untuk menampilkan nilai "Lulus" jika nilai ujian lebih besar dari atau sama dengan 70, dan nilai "Tidak Lulus" jika nilai ujian kurang dari 70, rumus IF yang digunakan adalah =IF(A1>=70, "Lulus", "Tidak Lulus"). Dalam hal ini, argumen logical_test adalah A1>=70, argumen value_if_true adalah "Lulus", dan argumen [value_if_false] adalah "Tidak Lulus".

Dalam rumus IF di Excel, argumen [value_if_false] adalah opsional, sehingga jika kondisi logical_test tidak terpenuhi, maka nilai yang ditampilkan adalah nilai kosong atau nol. Namun, jika argumen [value_if_false] disertakan, maka nilai yang ditampilkan akan sesuai dengan argumen tersebut.

Jenis-jenis Rumus IF di Excel

Excel adalah salah satu aplikasi pengolah data yang paling populer di dunia. Salah satu fitur paling populer di Excel adalah rumus IF, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pemrosesan data berdasarkan kondisi tertentu. Ada enam jenis rumus IF yang paling sering digunakan di Excel, yaitu IF tunggal, IF majemuk, IF AND, IF OR, IF NOT, dan IFERROR. Berikut ini adalah penjelasan mengenai keenam jenis rumus IF yang sering digunakan di Excel.

IF Tunggal

Rumus IF tunggal digunakan untuk memeriksa satu kondisi. Format rumusnya adalah =IF(kondisi, nilai jika benar, nilai jika salah).

Contohnya, =IF(A1>0, "Positif", "Negatif")

IF Majemuk

Rumus IF majemuk (sering juga disebut IF Ganda) digunakan untuk memeriksa lebih dari satu kondisi. Format rumusnya adalah =IF(kondisi1, nilai jika benar pada kondisi1, IF(kondisi2, nilai jika benar pada kondisi2, nilai jika salah)).

Contohnya, =IF(A1>0, "Positif", IF(A1=0, "Nol", "Negatif"))

IF And

Rumus IF AND digunakan untuk memeriksa dua atau lebih kondisi dan memberikan hasil benar hanya jika semua kondisi terpenuhi. Format rumusnya adalah =IF(AND(kondisi1, kondisi2, ...), nilai jika benar, nilai jika salah).

Contohnya, =IF(AND(A1>0, A2<10), "Benar", "Salah")

IF Or

Rumus IF OR digunakan untuk memeriksa dua atau lebih kondisi dan memberikan hasil benar jika setidaknya satu kondisi terpenuhi. Format rumusnya adalah =IF(OR(kondisi1, kondisi2, ...), nilai jika benar, nilai jika salah).

Contohnya, =IF(OR(A1>0, A2<10), "Benar", "Salah")

IF Not

Rumus IF NOT digunakan untuk membalikkan hasil kondisi menjadi kebalikannya. Jika kondisi awalnya benar, hasilnya menjadi salah, dan sebaliknya. Format rumusnya adalah =IF(NOT(kondisi), nilai jika benar, nilai jika salah).

Contohnya, =IF(NOT(A1>0), "Benar", "Salah")

IFERROR

Rumus IFERROR digunakan untuk menangani kesalahan dalam rumus dan menampilkan nilai alternatif jika terjadi kesalahan. Format rumusnya adalah =IFERROR(rumus, nilai alternatif).

Contohnya, =IFERROR(A1/B1, "Tidak dapat dibagi")

Demikianlah beberapa jenis rumus IF di Excel beserta contohnya. Dengan menguasai berbagai jenis rumus IF ini, Anda dapat melakukan pemrosesan data yang lebih kompleks dengan lebih mudah dan cepat.

Contoh Penerapan Rumus IF di Excel

Tabel berikut memuat variabel-variabel yang diperlukan dalam mengelola data siswa. Variabel pertama adalah Nama siswa, yang memuat nama dari setiap siswa. Variabel kedua adalah Nilai Ujian, yang memuat nilai ujian dari setiap siswa. Variabel ketiga adalah Nilai Sikap, yang memuat nilai sikap dari setiap siswa.
Dari tabel berikut akan dihitung menggunakan Rumus IF dengan soal-soal dibawah ini:

Nama

Nilai Ujian

Nilai Sikap

Andi

80

Cukup

Budi

70

Baik

Cici

90

Baik

Dedi

60

Cukup

Elsa

85

Baik

Soal

Untuk IF Tunggal, buatlah kriteria lulus, jika nilai Ujian diatas 75, dan tidak lulus jika dibawah 75

Untuk IF Majemuk, buatlah kriteria Predikat Nilai Ujian menjadi A (80-100), B(70-79), C(<70)

Untuk IF And, buatlah kriteria lulus, jika nilai ujian diatas 75 dan nilai sikap “Baik”, dan tidak lulus jika kriteria nya tidak cocok

Untuk IF Or, buatlah kriteria lulus, jika nilai ujian diatas 75 atau nilai sikap “Baik”, dan tidak lulus jika tidak ada kriteria yang cocok

Untuk IF Not, buatlah kriteria lulus, jika nilai sikap bukan baik (cukup)

Untuk IFERROR, buatkan kriteria, yang apabila isian eror, maka menjadi “Tidak Terdeteksi”

Solusi

NB: Untuk perhatian yang digunakan menyesuaikan dengan penggunaan di Excel penulis, jadi pemisah "," menggunakan ";". Kemudian nomor cell "misal B11" angka 11 melambangkan baris ke 11, teman-teman bisa menyesuaikan dengan lembar kerja yang digunakan. Pada Kasus ini, Kolom Kolom adalah sebagai berikut:

Kolom A: Nama

Kolom B: Nilai Ujian

Kolom C: Nilai Sikap

Kolom D&E: Penyelesaian Soal 

IF Tunggal

Nama

Nilai Ujian

Nilai Sikap

Lulus/Tidak Lulus

Andi

80

Cukup

Lulus

=IF(B11>75;"Lulus";"Tidak Lulus")

Budi

70

Baik

Tidak Lulus

=IF(B12>75;"Lulus";"Tidak Lulus")

Cici

90

Baik

Lulus

=IF(B13>75;"Lulus";"Tidak Lulus")

Dedi

60

Cukup

Tidak Lulus

=IF(B14>75;"Lulus";"Tidak Lulus")

Elsa

85

Baik

Lulus

=IF(B15>75;"Lulus";"Tidak Lulus")

IF Majemuk

Nama

Nilai Ujian

Nilai Sikap

Predikat Nilai Ujian

Andi

80

Cukup

A

=IF(B20>=80;"A";IF(B20>=70;"B";"C"))

Budi

70

Baik

B

=IF(B21>=80;"A";IF(B21>=70;"B";"C"))

Cici

90

Baik

A

=IF(B22>=80;"A";IF(B22>=70;"B";"C"))

Dedi

60

Cukup

C

=IF(B23>=80;"A";IF(B23>=70;"B";"C"))

Elsa

85

Baik

A

=IF(B24>=80;"A";IF(B24>=70;"B";"C"))

IF And

Nama

Nilai Ujian

Nilai Sikap

Lulus/Tidak Lulus

Andi

80

Cukup

Tidak Lulus

=IF(AND(B38>75;C38="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

Budi

70

Baik

Tidak Lulus

=IF(AND(B39>75;C39="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

Cici

90

Baik

Lulus

=IF(AND(B40>75;C40="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

Dedi

60

Cukup

Tidak Lulus

=IF(AND(B41>75;C41="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

Elsa

85

Baik

Lulus

=IF(AND(B42>75;C42="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

IF Or

Nama

Nilai Ujian

Nilai Sikap

Lulus/Tidak Lulus

Andi

80

Cukup

Lulus

=IF(OR(B47>75;C47="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

Budi

70

Baik

Lulus

=IF(OR(B48>75;C48="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

Cici

90

Baik

Lulus

=IF(OR(B49>75;C49="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

Dedi

60

Cukup

Tidak Lulus

=IF(OR(B50>75;C50="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

Elsa

85

Baik

Lulus

=IF(OR(B51>75;C51="Baik");"Lulus";"Tidak Lulus")

IF Not

Nama

Nilai Ujian

Nilai Sikap

Lulus/Tidak Lulus

Andi

80

Cukup

Tidak Lulus

=IF(NOT(C56="Baik");"Tidak Lulus";"Lulus")

Budi

70

Baik

Lulus

=IF(NOT(C57="Baik");"Tidak Lulus";"Lulus")

Cici

90

Baik

Lulus

=IF(NOT(C58="Baik");"Tidak Lulus";"Lulus")

Dedi

60

Cukup

Tidak Lulus

=IF(NOT(C59="Baik");"Tidak Lulus";"Lulus")

Elsa

85

Baik

Lulus

=IF(NOT(C60="Baik");"Tidak Lulus";"Lulus")

IFERROR

Nama

Nilai Ujian

Nilai Sikap

Lulus/Tidak Lulus

Andi

80

Cukup

Tidak Terdeteksi

=IFERROR(0/(80-B64);"Tidak Terdeteksi")

Budi

70

Baik

0

=IFERROR(0/(80-B65);"Tidak Terdeteksi")

Cici

90

Baik

0

=IFERROR(0/(80-B66);"Tidak Terdeteksi")

Dedi

60

Cukup

0

=IFERROR(0/(80-B67);"Tidak Terdeteksi")

Elsa

85

Baik

0

=IFERROR(0/(80-B68);"Tidak Terdeteksi")

NB: untuk contoh kasus IFERROR, 0/(80-B__) adalah contoh saja, teman-teman silahkan mengganti dengan apa saja yang ingin teman teman hitung, dan jika eror, dibuat sesuai kondisi setelah ";" atau "."

Dari contoh soal dan jawaban yang telah diberikan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan rumus IF di Excel sangat membantu dalam melakukan pengolahan data dengan lebih mudah dan cepat. Dengan menggunakan rumus IF Tunggal, IF Majemuk, IF And, IF Or, IF Not, dan IFERROR, pengguna Excel dapat membuat kriteria yang sesuai dengan kebutuhan dalam pengolahan data. Hal ini sangat membantu dalam mengambil keputusan dan membuat analisis data yang lebih akurat. Dengan demikian, pengguna Excel diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan rumus IF untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam melakukan pengolahan data.

Posting Komentar untuk "Cara Menggunakan Rumus IF di Excel IF Tunggal Majemuk Ganda IF And IF Or IF Not IFERROR"