Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Estimasi Satu Populasi: Menggunakan Sebaran Student-T

Pendugaan parameter rata-rata untuk satu populasi melalui estimasi titik dan estimasi interval telah dibahas dalam artikel sebelumnya. Namun, pada kondisi dimana standar deviasi populasi tidak diketahui, kita perlu menggunakan sampel standar deviasi s sebagai gantinya. Hal ini akan menambah ketidakpastian karena s adalah variabel yang dapat berbeda dari sampel ke sampel. Oleh karena itu, distribusi normal tidak dapat digunakan pada kondisi ini dan kita harus menggunakan distribusi-t.

Outline Artikel

Sebaran T-Student / Distribusi Student-T

Dalam distribusi-t, kita menggunakan sampel standar deviasi s sebagai pengganti standar deviasi populasi σ. Namun, karena s adalah variabel sampel, maka akan ada ketidakpastian yang lebih besar dalam estimasi interval. Oleh karena itu, semakin besar sampel yang kita gunakan, semakin sedikit ketidakpastian yang terjadi dalam estimasi interval.

Asumsi yang Harus Dipenuhi

Untuk menggunakan distribusi-t, kita harus memastikan bahwa asumsi yang dibutuhkan telah terpenuhi.

  • Pertama, standar deviasi populasi harus tidak diketahui.
  • Kedua, populasi harus berdistribusi normal.
  • Ketiga Jika populasi tidak berdistribusi normal, kita dapat menggunakan sampel besar (biasanya lebih dari 30) untuk memenuhi asumsi normalitas.

Menghitung Confidence Interval

Setelah memastikan asumsi terpenuhi, kita dapat menggunakan distribusi-t untuk menghitung estimasi interval. Untuk menghitungnya, kita perlu menentukan derajat kebebasan (degrees of freedom) terlebih dahulu. Derajat kebebasan adalah jumlah pengamatan dalam sampel dikurangi satu. Kemudian, kita dapat menggunakan tabel distribusi-t (dibawah) untuk mencari nilai t untuk derajat kebebasan dan tingkat signifikansi tertentu. Dengan menggunakan nilai t tersebut, kita dapat menghitung estimasi interval untuk rata-rata populasi.

Tabel distribusi-t dengan α 1%, 5%, dan 10%

Derajat Kebebasan

Tingkat Signifikansi

10%

5%

1%

1

1.29

6.31

31.82

2

1.14

2.92

6.96

3

1.04

2.35

4.54

4

0.98

2.13

3.75

5

0.94

2.02

3.36

6

0.92

1.94

3.14

7

0.90

1.89

2.98

8

0.87

1.86

2.84

9

0.86

1.83

2.73

10

0.85

1.81

2.64

11

0.84

1.80

2.58

12

0.83

1.78

2.53

13

0.83

1.77

2.49

14

0.82

1.76

2.45

15

0.82

1.75

2.43

16

0.81

1.75

2.41

17

0.81

1.74

2.39

18

0.80

1.73

2.37

19

0.80

1.73

2.36

20

0.80

1.72

2.34

21

0.79

1.72

2.33

22

0.79

1.71

2.32

23

0.79

1.71

2.31

24

0.78

1.71

2.30

25

0.78

1.70

2.29

26

0.78

1.70

2.29

27

0.78

1.69

2.28

28

0.77

1.69

2.27

29

0.77

1.69

2.27

30

0.77

1.68

2.26

Dalam distribusi-t, Confidence Interval (CI) digunakan untuk memberikan rentang kemungkinan untuk nilai parameter rata-rata populasi yang sebenarnya. CI adalah rentang yang diberikan pada tingkat kepercayaan tertentu dimana nilai parameter sebenarnya diharapkan jatuh di dalamnya.

Rumus untuk menghitung CI pada distribusi-t adalah sebagai berikut:

CI = x̄ ± tα/2 * (s/√n)

Dimana:

  • x̄ adalah estimasi titik rata-rata sampel
  • tα/2 adalah nilai kritis dari distribusi-t pada tingkat signifikansi α/2 dengan derajat kebebasan (df) = n-1
  • s adalah standar deviasi sampel
  • n adalah ukuran sampel

Dalam praktiknya, untuk menghitung CI, kita perlu menentukan nilai tingkat kepercayaan (1-α) dan ukuran sampel (n), dan kemudian mencari nilai kritis tα/2 pada tabel distribusi-t.

Distribusi-t Perkiraan untuk Sampel Besar

Jika standar deviasi populasi tidak diketahui, kita dapat menggunakan sampel standar deviasi s sebagai gantinya. Hal ini akan menambah ketidakpastian karena s adalah variabel dari sampel ke sampel, sehingga kita harus menggunakan distribusi-t sebagai alternatif distribusi normal.

Namun, ada kasus di mana kita dapat menggunakan distribusi normal bahkan jika standar deviasi populasi tidak diketahui. Jika ukuran sampel cukup besar (biasanya lebih dari 30), maka kita dapat mengasumsikan bahwa distribusi sampel akan mendekati distribusi normal berkat Central Limit Theorem (CLT). Oleh karena itu, kita dapat menggunakan distribusi normal untuk menghitung interval kepercayaan atau menguji hipotesis tentang rata-rata populasi jika ukuran sampel lebih besar dari 30 dan kita tidak mengetahui standar deviasi populasi.

Namun, perlu diingat bahwa asumsi ini tidak berarti bahwa populasi asli pasti normal jika ukuran sampel lebih dari 30. Sebelum menggunakan distribusi normal, sebaiknya dilakukan pengujian normalitas terlebih dahulu untuk memastikan apakah populasi berdistribusi normal atau tidak.

Contoh Kasus

Sebagai contoh, jika kita ingin mengestimasi rata-rata berat badan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi dengan tingkat kepercayaan 95% dan ukuran sampel 50, kita dapat menghitung CI menggunakan rumus di atas. Jika estimasi titik rata-rata sampel adalah 65kg dan standar deviasi sampel adalah 5kg, maka kita dapat mencari nilai kritis tα/2 pada tabel distribusi-t dengan df = 49 dan tingkat signifikansi 0.025 (dibagi dua karena tingkat kepercayaan 95%). Dalam contoh ini, tα/2 = 2.009.

Solusi

Maka, CI yang diberikan adalah:

CI = 65 ± 2.009 * (5/√50)

CI = 65 ± 1.42

CI = (63.58, 66.42)

Artinya, dengan tingkat kepercayaan 95%, kita dapat yakin bahwa rata-rata berat badan mahasiswa di perguruan tinggi tersebut berada dalam rentang 63.58kg hingga 66.42kg.

Namun, perlu diingat bahwa CI hanya memberikan estimasi dan rentang kemungkinan untuk nilai parameter sebenarnya. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti ukuran sampel, kepercayaan data, dan asumsi distribusi untuk membuat keputusan yang tepat dan akurat.

Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, jika kita tidak mengetahui nilai standar deviasi populasi, kita dapat menggunakan sampel standar deviasi s dan distribusi-t untuk melakukan estimasi interval. Namun, kita harus memastikan bahwa asumsi standar deviasi populasi tidak diketahui dan populasi berdistribusi normal telah terpenuhi. Semakin besar sampel yang digunakan, semakin sedikit ketidakpastian yang terjadi dalam estimasi interval.

Posting Komentar untuk "Estimasi Satu Populasi: Menggunakan Sebaran Student-T"